JAKARTA – Insiden meledaknya pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kebupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau pada Jumat, 2 Januari 2026, ternyata menimbulkan efek domino yang gawat dan telah mengancam lifting minyak nasional dari produksi minyak Wilayah Kerja (WK) Migas Blok Rokan lantaran sudah anjlok mencapai sekitar 120.000 barel perhari dari seharusnya 165.000 barel perhari atau sekitar tiga per empat dari total produksinya.
Demikian diungkapkan Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman, Senin (6/1/2026).
“Menurut informasi yang kami peroleh, produksi minyak Blok Rokan hari ini hanya tinggal 30.000 barel perhari. Hal ini lantaran suplai gas dari Jambi Merang untuk pembangkit listrik tenaga gas turbine cogeneration (PLTGU) MCTN di Blok Rokan terhenti akibat meledaknya pipa tersebut, sudah dapat dipastikan telah mengganggu fasilitas produksi minyak Blok Rokan,” ungkap Yusri.
Yusri menjelaskan, fungsi vital PLTGU North Duri yang dioperasikan oleh anak usaha PT PLN sebagai penyuplai 70% listrik Blok Rokan dan uap untuk produksi, telah mengalami black out.
Tak hanya itu, lanjut Yusri, saat ini juga terdapat potensi resiko terjadinya congeal atau pembekuan bagi minyak berat jika hal itu dibiarkan berlangsung lama.
Sementara itu, dilansir riauonline.co.id, 5 Januari 2026, insiden awal tahun 2026 diwarnai dengan meledaknya pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia (TGI) di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, Jumat, 2 Januari 2026, sekitar pukul 16.00 WIB.
Tak hanya menutup akses jalan lintas menuju Provinsi Jambi, insiden ini juga menimbulkan luka-luka kepada warga.
Selain korban luka, sejumlah kendaraan ikut terbakar dan rumah warga ikut terdampak atas kebocoran pipa gas milik PT TGI.
Berikut Sejumlah Fakta Menarik Insiden Pipa Gas PT TGI Meledak di Indragiri Hilir, Senin, 5 Januari 2026.
Ledakan gas PT TGI Telan 10 Korban
Sebanyak 10 orang warga menderita luka-luka saat insiden ledakan pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia (TGI) di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, Jumat, 2 Januari 2026.
Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Farouk Oktora, mengungkapkan bahwa dari total 10 korban, enam orang mengalami luka bakar.
Sementara itu, empat lainnya menderita luka ringan akibat terjatuh saat berupaya menyelamatkan diri dari lokasi kejadian.
“Korban luka telah mendapatkan penanganan medis. Enam orang mengalami luka bakar, sedangkan empat lainnya luka ringan karena terjatuh saat panik menyelamatkan diri,” ujar AKBP Farouk Oktora, Sabtu, 3 Januari 2025.
Akses Jalan Lintas Provinsi Jambi Lumpuh Total
Ledakan pipa gas milik PT TGI dengan radius 300 meter membuat akses jalan di Lintas Provinsi Jambi lumpuh total.
Selain evakuasi, polisi juga melakukan penutupan total Jalur Lintas Timur demi keselamatan pengguna jalan, mengingat jalur tersebut merupakan akses vital antarprovinsi.
“Kami menutup jalur lintas ini karena merupakan penghubung antara Jambi dan Riau. Ini kami lakukan untuk mengantisipasi agar tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil lainnya,” ujar Karo Ops Polda Riau, Kombes Pol Ino Harianto.
Radius Api Capai 300-500 Meter
Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Riau, Kombes Pol Ino Harianto, hadir langsung di lokasi kejadian mewakili Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan.
Menurut Ino, ledakan pipa gas terjadi sekitar pukul 16.30 WIB dan memicu kebakaran besar dengan radius panas mencapai hampir 300 meter.
Pipa gas tersebut diketahui merupakan jaringan distribusi yang membentang dari Sumatera Selatan, Jambi hingga ke wilayah Riau.
“Langkah pertama yang kami lakukan adalah mengevakuasi masyarakat dan memberikan imbauan agar warga di sekitar lokasi ledakan segera meninggalkan area berbahaya,” tegas Kombes Ino.
Rumah dan Kendaraan Terbakar
Sejumlah rumah milik warga dan tempat usaha ikut terbakar pada insiden meledaknya pipa Gas Milik PT Trans Gas Indonesia anak usaha PT PGN Tbk di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.
Sebanyak lima unit truk dan lima sepeda motor juga ikut hangus terbakar.
Selain itu, tiga bangunan usaha milik warga turut dilalap api, masing-masing bengkel ban, tempat pencucian sepeda motor, dan lokasi penampungan buah sawit.
“Kami membuka posko untuk membantu masyarakat terdampak, baik yang rumahnya terbakar, tempat usahanya rusak, maupun kendaraan seperti mobil dan sepeda motor yang hangus terbakar,” jelas Kombes Ino.
Polisi Lakukan Penyelidikan
Pasca kejadian, kepolisian langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab ledakan. Tim gabungan diterjunkan ke lokasi, termasuk dari Laboratorium Forensik Polda Riau.
“Kami sudah melakukan olah TKP dan menurunkan tim Inafis serta Labfor Polda Riau untuk bersama tim teknis melakukan pengecekan di lapangan. Penyebab ledakan masih dalam proses penyelidikan,” ungkap Kombes Ino.
Sementara itu, Polres Indragiri Hilir telah melakukan pemeriksaan awal terhadap para saksi dan korban.
Dirikan Posko Tanggap Darurat
Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab negara, Polda Riau bersama Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir mendirikan posko tanggap darurat di sekitar lokasi kejadian.
“Kami membuka posko untuk membantu masyarakat terdampak, baik yang rumahnya terbakar, tempat usahanya rusak, maupun kendaraan seperti mobil dan sepeda motor yang hangus terbakar,” kata Ino.
Posko tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Puskesmas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga Dinas Pemadam Kebakaran.
“Ini adalah bencana non alam. Namun prinsip kami sama, polisi harus selalu hadir di tengah masyarakat, apalagi ketika masyarakat mengalami musibah,” tegasnya.(*)



