Pernah Ditangani Petugas Mengaku Utusan Komut Pertamina, Kasus Dugaan Penyelewengan BBM CV Teman Setia Diduga ‘Menguap’

oleh

DURI – Penanganan dugaan penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi oleh CV Teman Setia di Duri, Riau, disinyalir mandeg. Setelah petugas Pertamina datang ke lokasi menyelidiki dugaan itu, penyelewengan tersebut diduga masih terjadi hingga Jumat (21/1/2022).

Demikian diungkapkan Ketua LPPHI Dolok Pasaribu kepada urbannews.id, Jumat (21/1/2022).

Dolok menceritakan, ia mengetahui dan sempat bertemu dengan dua petugas Pertamina di Duri pada Juni 2021, berawal dari laporan LPPHI ke alamat Pertamina Clean pada April 2021.

“Yang satunya bernama Dwi Sastrawan dan satunya lagi bernama Dodi Purba. Kami bertemu. Kami sudah memberikan keterangan yang kami ketahui kepada mereka. Namun, hingga saat ini kami tidak mengetahui apa tindaklanjut Pertamina atas kasus itu. Sampai sekarang penyelewengan itu masih berlangsung,” ungkap Dolok.

Diceritakan Dolok, sesuai penelusurannya, CV Teman Setia merupakan perusahaan pengangkutan CPO di Riau.

“Armadanya ribuan mobil tangki. Tapi mengisi bahan bakar biosolar di pool mereka di Duri. Supir truk hanya diminta membayar biosolar seharga Rp 5.150 seharga solar subsidi,” ungkap Dolok.

“Ini kan melanggar aturan, dimana mobil pengangkutan CPO mana boleh menggunakan solar subsidi,” lanjut Dolok.

Menurut Dolok, ia sangat heran dengan sikap dua petugas Pertamina itu. Ia juga mengaku heran kenapa tidak ada kabar lagi dari kedua petugas Pertamina itu.

“Banyak pertanyaan menggelayut di pikiran kami saat ini. Kami tidak tahu bagaimana tindaklanjut atas dugaan penyalahgunaan BBM jenis solar di CV Teman Setia itu? Apakah penimbungan BBM ini masih terus berlanjut sampai sekarang atas izin kedua petugas Pertamina itu? Apakah karena keduanya sudah bertemu dengan pemilik CV Teman Setia? Apakah kedua petugas itu sudah berdamai dengan Pemilik CV Teman Setia? Atau apa ada penerimaan imbalan keduanya atas ‘pengamanan’ itu? Kami pengen tahu juga jika ada imbalan itu, berapa mereka terima uang dari CV Teman Setia?,” ujar Dolok lagi.

Baca Juga :   Majelis Hakim PN Pekanbaru Tolak Seluruh Eksepsi Para Tergugat Perkara Limbah B3 TTM Blok Rokan, Gugatan LPPHI Lanjut ke Tahap Pembuktian

Lebih lanjut Dolok menceritakan, saat bertemu dengan kedua petugas Pertamina itu, keduanya mengaku turun ke Duri atas perintah Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama.

Sementara itu, Dwi Sastrawan yang dikonfirmasi Jumat (21/1/2022) sore melalui pesan Whatsapp, menbantah nama lengkapnya adalah Dwi Sastrawan.

“Sepertinya salah kirim pak. Saya bukan Dwi Sastrawan. Bagaimana pak, ada informasi kah?,” katanya.

Setelah itu, ia mengatakan tidak pernah berhubungan dengan CV Teman Setia.

“Kami tidak pernah berhubungan dengan CV Teman Setia dan kami tidak pernah menerima imbalan sepeser pun dari mereka. Silahkan kalau ada keterlibatan orang Pertamina sampaikan ke saya, dan jika di luar orang Pertamina silahkan laporan ke polisi,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Dwi mengaku shock dengan keterangan yang dikonfirmasikan kepadanya.

“Saya terus terang shock dengan pertanyaan saudara. Karena gaji saya sudah cukup untuk penghidupan saya saya bekerja sesuai prosedur dan aturan. Silahkan sampaikan asal dapat dibuktikan. Saya akan berlakukan sebaliknya,” ungkapnya lagi.

Sementara itu, menurut keterangan seorang supir CV Teman Setia, Jumat (21/1/2022) sekitar 18.30 WIB yang dijumpai di salah satu warung di Km 17 Kulim, Duri di sebelah pangkalan truk tangki CV Teman Setia kepada Pembina LPPHI Hariyanto, mengaku selama tiga tahun belakangan bekerja di perusahaan itu, selalu mengisi solar untuk truk tangkinya di pangkalan itu dengan harga solar subsidi.

Selain itu, setiap mengisi solar di sana, supir juga diminta oleh perusahaan untuk membawa solar subsidi itu sebanyak delapan jerikan 35 liter, atau total sebanyak 250 liter, untuk penambahan solar truk tangki mereka selama perjalanan. Pembayaran dibebankan ke supir seharga Rp 5.150.

Saat ditanyakan oleh Hariyanto kenapa tidak mengisi di SPBU, supir itu mengaku diperintahkan mengisi solar di pangkalan atau pool CV Teman Setia yang berada tepat di belakang SPBU Teman Setia. truk tangki dan dilarang mengisi solar di SPBU tersebut.

Baca Juga :   Karen: Penetapan Dirinya Sebagai Tersangka oleh KPK Error in Persona

Selain itu, Hariyanto mengatakan, ia pun melihat ratusan jerikan tertumpuk di depan warung atau kedai nasi tersebut. Ia pun sempat mengambil gambar atau foto tumpukan jerikan itu.(hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.