Bahlil Sanksi Pejabat ESDM dan BUMN Buntut Pipa Gas Bocor di Sumatera

oleh
Bahlil Lahadalia.

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui adanya insiden kebocoran pipa migas di wilayah Sumatera pada awal 2026. Bahlil pub berjanji akan memberi sanksi kepada pejabat terkait akibat kebocoran tersebut.

Hal itu disampaikan Bahlil dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2026). Mulanya, Bahlil mengatakan pihaknya menargetkan lifting minyak pada 2026 sebesar 610 ribu barel.

“Untuk 2026, kita akan mendorong pertama adalah program B40 tetap berjalan dan lifting kita untuk 2026 sebesar 610 ribu barel yang dimasukkan di dalam RAPBN,” kata Bahlil.

Bahlil pun kemudian melaporkan adanya kebocoran pipa di Sumatera. Dia mengatakan kebocoran tersebut berdampak pada capaian lifting migas nasional.

Berita Terkait :   Indikasi Pencurian Gas Jadi Penyebab Pipa Gas TGI di Riau Meledak, Produksi Minyak Blok Rokan Rontok

“Kami laporkan bahwa kita di awal tahun ini mengalami ada sedikit musibah kecil di Sumatera, pipa kita bocor, yang kehilangan potential loss kurang lebih sekitar 2 juta barel di awal tahun,” ujarnya.

Namun Bahlil menegaskan akan memberi sanksi kepada pejabat terkait di lingkungan Kementerian ESDM maupun BUMN. Menurutnya, kejadian itu menunjukkan adanya kelalaian dalam upaya pencegahan.

“Jadi pipanya yang bocor, tapi ini saya akan langsung memberikan sanksi kepada pejabat yang ada di ESDM dan di BUMN terkait,” tuturnya.

“Karena saya anggap itu sebuah betul terjadi kecelakaan, tapi ada sebuah ketidakikhtiaran dari kami. Tapi, apa pun ceritanya, itu kesalahan kami,” imbuh dia.(news.detik.com)

Berita Terkait :   Gawat, Akibat Ledakan Pipa Gas Anak Usaha PT PGN Tbk, Produksi Minyak Blok Rokan Anjlok Menjadi Hanya 30 Ribu Barel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.