Kasus Ijazah Palsu Jokowi Dilaporkan ke Amnesty Internasional

oleh

HINGAR-bingar kasus dugaan ijazah palsu Jokowi, tidak hanya menjadi tranding topic di media dalam negeri dan menciptakan kemarahan publik di Indonesia. Akibat dari buruknya penegakan hukum dalam menangani kasus dugaan ijazah palsu Jokowi, bahkan semakin terlihat hukum telah dijadikan alat pemberangus suara keadilan dan kebebasan demokrasi, membuat tingkat kepercayaan publik terhadap hukum yang berkeadilan, jatuh hingga titik “0”.

Mencermati tidak ada lagi ruang untuk memperoleh keadilan dan perlindungan hak-hak asasi manusia di negeri ini, maka Forum Diaspora Indonesia yang diwakili oleh Eggy Sudjana, hari ini 19 Juli 2025 telah melaporkan kasus dugaan ijazah palsu Jokowi ke Amnesty Internasional di London.

Mungkin sudah saatnya dunia harus mengetahui, telah terjadi genosida terhadap pencari keadilan di Indonesia. Tidak sedikit korban akibat kejahatan terselubung yang dilakukan Jokowi sepanjang berkuasa.

Kasus teranyar adalah korban Tom Lembong, penegak hukum dengan gegabah, menjatuhkan vonis 4,5 tahun kepada Tom Lembong. Inilah yang dinamakan proses hukum catering, berdasarkan pesanan sang majikan yang bernama Jokowi dan anaknya. Tom Lembong tidak sekedar korban politik otoriter Jokowi, tetapi adalah korban kejahatan yang merenggut hak-hak asasi manusia.

Jokowi adalah anak haram reformasi yang telah meluluh lantakan cita-cita reformasi. Kehidupan berbangsa dan bernegara tidak lagi dijalankan di atas rel kemanusiaan yang adil dan beradab serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Jokowi telah meruntuhkan pondasi persatuan Indonesia yang dibangun oleh para pendiri bangsa, dengan darah dan keringat rakyat, bukan darah dan keringat relawan yang tidak memiliki kepekaan terhadap nilai kesetiakawanan sosial.

Hari ini rakyat hidup di bawah bayang-bayang mesin teror Jokowi. Tidak ada lagi tempat yang subur untuk menyemai demokrasi dan keadilan. Rakyat masih setia menunggu, langkah progresif yang akan dilakukan presiden Prabowo, sebagai sosok pemimpin yang nasionalis.

Jika akhirnya rakyat harus berdikari menghadapi monster Jokowi, maka sekali lagi akan dibuktikan, bahwa rakyat Indonesia adalah bangsa pemenang, tidak akan mundur sejengkalpun, tanpa atau bersama Prabowo Subianto.***

Sri Radjasa MBA

Pemerhati Intelijen

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.