Apakah Jokowi Masih Miliki Nama Baik?

oleh

POTRET hukum di negeri ini, kembali menoreh prestasi menumbangkan kebenaran suara rakyat. Inilah negara penyembah berhala kekuasaan, kebenaran hanya keluar dari mulut penguasa. Penegak hukum leluasa mempermainkan nasib rakyat kecil, demi menutupi aib kebobrokan penguasa.

Kasus ijazah Jokowi yang terang benderang dibuktikan palsu, tetapi tetap saja oleh pihak kepolisian diutak-atik, demi menutupi kebohongan Jokowi. Intervensi kekuasaan hukum terhadap kasus ijazah palsu Jokowi, telah menjungkir balikan azas keadilan dan rasa aman bagi publik yang menyuarakan kebenaran. Inilah bukti cengkraman kuku kejahatan jokowi masih tajam menghujam dada rakyat.

Dengan dalih pencemaran nama baik Jokowi, aparat penegak hukum secara serampangan memberangus suara kebenaran dan keadilan. Kemudian publik keheranan bertanya, masih adakah nama baik Jokowi yang sejak awal memimpin negeri ini, telah melakukan kebohongan secara massif.

Kemana mobil SMK yang katanya telah dipesan ratusan unit, kemana uang Rp 11.000 triliun yang katanya ada di kantongnya. Belum lagi bual Jokowi soal pembangunan IKN dan kereta cepat, tanpa mengusik APBN, kemudian soal anak-anaknya yang tidak akan terjun ke politik. Praktek politik sandera yang mengakibatkan terjadinya mega korupsi di jajaran institusi negara dan BUMN.

Masih sederet dosa Jokowi, mengkriminalisasi orang-orang tidak bersalah dan menciptakan konflik internal di kubu TNI dan Islam, demi ketamakan Jokowi untuk menjadi single power di republik ini. Jokowi telah memecah belah pilar-pilar kekuatan penyanggah kedaulatan negara dan bangsa ini seperti TNI dan Islam, kemudian membangun sel-sel kekuatan, dengan memberdayakan kelompok relawan, sebagai enclave perlawanan untuk menghancurkan lawan politik Jokowi dengan menghalalkan segala cara.

Jokowi telah mengintrodusir strategi komunisme untuk mempertahankan kekuasaannya. Lantas dimana letak nama baik Jokowi yang saat ini dibekingi oleh aparat hukum. Negara ini telah berada di ambang kerusakan massif, hanya untuk menyelamatkan nama baik Jokowi yang sesungguhnya hanya kebohongan belaka.***

Sri Radjasa MBA

Pemerhati Intelijen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.