Direktur CERI Alami Tekanan Psikologis Usai Mundur dari Ketua SC Diskusi Publik Soal Penjualan Saham PT GBU oleh Kejagung

oleh
Nama Yusri Usman sebagai Direktur Eksekutif CERI masih dipasang dalam berita di media jakartanetizen.com edisi 14 Mei 2024 berjudul 'Rugikan Negara hingga Puluhan Triliun, KSST Bakal Bongkar Kejanggalan Lelang Aset Jiwasraya'. Padahal Yusri dan CERI sudah menyatakan mundur dari kegiatan tersebut terhitung 7 Mei 2024 pukul 00.00 WIB.

JAKARTA – Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman mengaku merasa ada tekanan psikologis atau terkesan teror terselubung terhadap dirinya dan lembaganya pasca ia menyatakan mundur sebagai Steering Commitee (SC) merangkap panitia pelaksana ‘Diskusi Publik Dugaan Korupsi Dalam Lelang 1 (Satu) Paket Saham PT Gunung Bara Utama Yang Merugikan Negara Sedikitnya Rp 9,7 Triliun’ yang rencananya akan dilaksanakan pada 15 Mei 2024 di Restoran Danau Sentani Senayan Park, Jakarta. 

Pernyataan pengunduran diri tersebut terhitung tanggal 7 Mei 2024 pukul 00.00 WIB yang sudah disampaikan Yusri kepada ES sebelumnya pada tanggal 6 Mei 2024 sekitar jam 13.15 WIB melalui pesan whatsapp, setelah pemakaman Almarhum abang ipar Yusri di Medan. 

Demikian diungkapkan Sekretaris Eksekutif CERI Hengki Seprihadi, Senin (3/6/2024), sebagaimana bagian terakhir laporan yang disampaikan Yusri Usman kepada Pengawas CERI H Arsadianto Rachman. 

“Pada tanggal 6 Mei 2024 malam sekira pukul 20.30 WIB, Koordinator Wartawan ES berinisial Z menanyakan bagaimana tentang kasus belum P21 di Kejati Jatim. Atas pertanyaan itu, Yusri mengatakan, Mas Z, saya lagi acara takziah hari kedua almarhum abang ipar saya Dr. Tengku Chowaja Bach Sp.OG di rumah almarhum di Medan. Lantas, Z pun menjawab, Turut berduka cita ya,” beber Hengki menuturkan keterangan Yusri. 

Namun, kata Hengki, dalam hati Yusri kala itu bergumam bahwa ia memiliki background geologist, bukan hukum. Yusri pun bergumam, pertanyaan Z tersebut lebih pantas ditanyakan kepada Jaksa Agung atau Kajati Jatim dan ahli hukum pidana, bukan pada dia.

“Kemudian setelah acara di rumah Almarhum selesai, maka pada pukul 23.24 WIB Yusri mengirimkan pesan whatsapp kepada wartawan Z bahwa “Laporan CERI tersebut merupakan hasil telaahan ES” dan mengirimkan beberapa nomor HP ahli pidana dari Jakarta dan Yogyakarta (UII dan UGM). Setelah itu Z mengatakan, Oke pak. “Nanti olah lagi jadi berita”. Namun, setelah itu sampai sekarang menurut Yusri tidak pernah ada berita lagi,” kata Hengki.

Setelah hari ketiga meninggalnya abang ipar Yusri tersebut, kata Hengki, Yusri berangkat ke Jakarta untuk bertemu sahabatnya, H Bambang Sukmono Wibowo (Mas Bowo) di kantornya, karena sebelumnya pada hari Selasa 7 Mei 2024, sekitar 11.49 WIB, almarhum menelpon Yusri selama sekitar 9 menit, dia kaget kenapa Yusri di Medan dan siapa yang menjaga adek Yusri di Jakarta. Yusri menjelaskan ia ke Medan karena iparnya meninggal dunia. Intinya Almarhum Mas Bowo sangat memahami dan mengatakan sudah benar sikap Yusri mengundurkan diri sebagai Ketua SC kegiatan diskusi publik tersebut. Almarhum Mas Bowo sempat menyatakan via wa bahwa, “Kita urus pesantren kenapa ada urusan seperti begini lagi ya.” Saya berjanji akan kopi darat besoknya pada Rabu di kantor Mas Bowo, sebab hari Selasa malamnya adalah hari takziah ketiga di Medan.

Baca Juga :   Pertamina Energy Terminal Bungkam Soal Kejanggalan Pelaksanaan Kontrak Proyek Terminal LPG Refrigerated Jawa Timur

“Sore hari Rabu 8 Mei 2024 sekitar jam 16.00 WIB Yusri sudah tiba di Bandara Soekarno Hatta Jakarta, dijemput anaknya dan berangkat ke kantor Mas Bowo. Sekitar pukul 16.45 WIB Yusri menghubungi via WA ke Almarhum karena pesan WA Yusri sebelumnya tidak dibaca Almarhum, terdengar suara Mas Bowo bahwa sedang sakit dan tidak masuk kantor. Yusri pun langsung pulang ke rumah,” jelas Hengki. 

“Kemudian pada Jumat pagi, karena sebelumnya Yusri sudah menghubungi Mbak Retno wartawan Tempo untuk berjumpa di Depok sekitar pukul 10.00 WIB, Yusri terlambat dan akhirnya sekitar pukul 10.45 WIB Yusri ketemu Mbak Retno, ngobrol-ngobrol dan menanyakan apakah Tempo akan menurunkan berita tentang kasus penjualan saham PT GBU. Mbak Retno akhirnya mengatakan bahwa ia di bagian ekonomi dan persoalan GBU itu adalah bagian hukum Redaksi Tempo. Retno pun mengingatkan Yusri bahwa sebentar lagi waktu Sholat Jumat akan tiba. Mereka pun pisah. Yusri pulang dan Sholat Jumat di Masjid Angkatan Laut Pondok Labu,” tutur Hengki. 

Kemudian, lanjut Hengki, pada pukul 15.00 WIB, Yusri berjanji bertemu dengan DR Marwan Batubara di Restoran Saco milik Almarhum Desmon Mahesa di depan terminal Busway Ragunan, karena dia lagi mengisi acara.

“Mereka bertemu berdua berbicara sekitar 30 menit untuk menjelaskan bahwa awalnya dia narasumber dan Ketua SC, posisi dia sebagai narasumber diberikan kepada Dr Marwan sebagai sahabat lamanya, karena dia cukup sebagai Ketua SC, itulah Term of Reference (TOR) yang dibuat PUSHEP, lalu Yusri pulang karena Marwan melanjutkan acaranya. Dalam perjalanan pulang ke rumah itu lah, sekitar pukul 16.00 WIB, Yusri mendapat telepon dari Anton Sujadi bahwa Mas Bowo telah meninggal dunia. Yusri nggak kuat menerima kabar itu, kemudian Yusri suruh anaknya menghubungi untuk mengecek kebenaran informasi itu. Ternyata benar dan kemudian Yusri pulang menjemput istri dan pergi rumah duka,” beber Hengki.

Baca Juga :   Gila…! Pertamina Untung Besar Bisnis LNG Dengan Corpus Christi, Tapi BPK Diduga Ngawur Nyatakan Rugi?

Setelah itu, kata Hengki, dalam suasana duka, Yusri menghentikan semua kegiatan berbicara kepada media mana pun. 

Tak lama berselang, kata Hengki, tiba-tiba masuk pesan whatsapp baru dari nomor yang tidak dikenal kepada Yusri Usman, yang kemudian nomor tidak dikenal itu memperkenalkan diri bernama Rizal dari Visioner Indonesia dan melampirkan proposal yang mencantumkan nama Yusri Usman dan pakar hukum dari Unpad sebagai pembicara. 

“Yusri mengaku merasa aneh sebab belum ada konfirmasi tetapi sudah mencantumkan nama sebagai narasumber diskusi berjudul Benarkah Dugaan Korupsi 271T PT. TINAH Hanya Gimmik Kejagung di Hotel Mercure Jakarta. Yusri menolak sebagai narasumber untuk acara tersebut dan menawarkan narasumber pengganti yang jauh lebih baik dari dia. Rizal mengatakan bahwa ia akan menunda pelaksanaan kegiatan menjadi tanggal 22 Mei 2024,” kata Hengki.

Menurut Hengki, Yusri lantas menanyakan alamat kantor Visioner Indonesia, serta menanyakan susunan panitia pelaksana diskusi itu. Setelah itu Rizal mengirimkan alamatnya dan menyatakan bahwa dia adalah ketua pelaksana diskusi tersebut.

Lantaran masih dalam suasana berduka usai kehilangan sahabatnya, kata Hengki, Yusri menolak permintaan Rizal untuk menjadi pembicara pada tanggal 15 Mei 2024 sebagaimana permintaan Rizal. 

“Namun setelah itu Rizal mengatakan bahwa pihaknya akan menunda acara dan menjadwalkan pelaksanaan pada 22 Mei 2024. Mengetahui hal itu, Yusri lantas menanyakan apakah lembaga Visioner Indonesia tergantung pada narasumber untuk melaksanakan kegiatan serta meminta bukti pembayaran tempat lokasi acara di Mercure Jakarta Pusat,” beber Hengki. 

Setelah membaca pertanyaan Yusri itu, Rizal pun mengatakan bahwa pihaknya bahkan belum booking tempat di Mercure. Merasa aneh, Yusri kemudian mempertanyakan bagaimana bisa Rizal menyatakan tempat dan waktu diskusi padahal dia belum membayar tempat pelaksanaan acara diskusi tersebut. 

“Rizal ngotot mengatakan ia sudah booking tempat, lalu Yusri tanya dan minta nama serta nomer kontak marketing Mercure yang disebut Rizal. Alih-alih memberikan info tersebut, Rizal malah mengelak dengan mengatakan ia hanya bertugas menghubungi narasumber bukan bertugas mengurus lokasi acara. Padahal sebelumnya dia yang mengatakan acara tanggal 15 Mei 2024 diundur menjadi 22 Mei 2024,” ungkap Yusri. 

Baca Juga :   CERI: Geger, Ternyata Harga Kontrak Impor LNG Pertamina yang Disidik KPK Jauh lebih Murah dari Harga LNG Domestik.

Dihubungi Wartawan Tempo

Selain dihubungi Rizal, ungkap Hengki, pada Senin, Yusri juga pernah dihubungi dua wartawan dari Majalah Tempo berinisial R dan F, katanya atas saran dari Mbak Retno, menanyakan bahan soal PT Gunung Bara Utama. 

“Yusri mengatakan bahwa ia sedang berduka dan tidak mau ketemu dengan wartawan dulu. Tapi Yusri berjanji pada hari Rabu akan mencari mereka untuk bertemu dan menjelaskannya. Kemudian pada hari Rabu tanggal 15 Mei 2024, untuk memenuhi janji dengan wartawan, Yusri naik busway diantar oleh istri dan anak perempuannya, remote kunci mobil pun terbawa dalam kantong oleh Yusri. Awalnya di dalam busway anaknya menelpon apa ada kunci terbawa. Yusri rogoh kantong namun tidak ada. Namun saat duduk di JCo Pasar Festival sambil menunggu kedua wartawan tersebut, Yusri rogoh lagi, ternyata ada remote kunci itu. Kemudian Yusri hubungi istri dan anaknya untuk tukar mobil takutnya nanti mobil tidak bisa dinyalakan karena kuncinya ada pada dirinya,” beber Hengki. 

Sebelum bertemu R dan F, lanjut Hengki, keduanya sempat menanyakan apakah Yusri tidak hadir ke acara diskusi publik di Danau Sentani. Yusri mengatakan, janji dengan kawan-kawan wartawan lebih penting dari siapa yang mensponsori diskusi publik di Danau Sentani itu.

“Setelah Yusri bertemu kedua wartawan Tempo itu, mereka menanyakan kepada Yusri, dengan siapa rencana kegiatan diskusi itu akan dilaksanakan. Yusri mengatakan dengan wartawan senior berinisial Z. Mendengar Yusri menyebut nama itu, R langsung mengatakan kepada kawannya bahwa dia sudah paham. Lalu mereka pergi,” ungkap Hengki. 

Menurut Hengki, kedua wartawan Tempo itu juga menanyakan siapa pemainnya ini? 

“Yusri mengatakan, ia  tahu banyak, tapi hanya mendengar, tidak menyaksikan langsung. Sehingga Yusri sarankan nomor HP orang yang paling banyak tahu di lapangan. Mereka mencatat dan menghubunginya setelah berpisah dengan Yusri,” beber Hengki. 

Yusri pun setelah itu disarankan oleh orang tua angkatnya yang sangat dia hormati itu untuk istirahat dan pergi ke dokter untuk berobat dan diberikan uang untuk berobat. Yusri pun lantas lebih banyak di rumah memulihkan kesehatannya sambil  menjaga adeknya yang cacat permanen sejak lahir. (*)

Narahubung: 

Hengki Seprihadi

Sekretaris Eksekutif CERI

Hp. 082392510258

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.