Ahok Lebih Bermoral dari Jokowi dan Erick Tohir Dkk Soal Netralitas

oleh

JAKARTA – Mundurnya Basuki Tjahaja Purnama dari jabatan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) disoroti Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman. 

“Sebetulnya kita rugi Ahok mundur sebagai Komut Pertamina, sebab dia punya integritas yang tinggi dan komitmen yang kuat dalam membenahi Pertamina,” ungkap Yusri, Jumat (2/2/2024) di Jakarta. 

Namun, lanjut Yusri, langkah berani Ahok, nama beken Basuki Tjahaja Purnama, mundur dari jabatan Komut Pertamina telah menunjukkan standar moral Ahok yang lebih tinggi dibandingkan Jokowi, Erick Tohir, Airlangga Hartarto dan Zulkifli Hasan dalam menjaga netralitas terhadap Capres dan Cawapres yang didukung.

“Harusnya mereka malu dan mau memperbaiki diri setelah melihat contoh yang dilakukan oleh Ahok,” ungkap Yusri. 

Yusri mengungkapkan, terlihat Ahok ingat pada budi PDIP yang pernah mendukung dia untuk Pilgub DKI, meskipun dia kalah.

“Karena itu dia mengundurkan diri untuk mendukung Ganjar Mahfud. Padahal, jika dia orang tak berbudi, tentu dia bisa menghindar jadi Jurkam untuk mempertahankan jabatan sebagai Komut Pertamina dengan gaji dan tunjangan selangit plus tantiem,” ungkap Yusri. 

Yusri juga menyoroti sikap konsisten Ahok menolak Gibran Rakabuming Raka sebagai Calon Wakil Presiden. 

“Ahok juga konsisten menolak Gibran sebagai Cawapres atas putusan MK yang melanggar etik, meskipun dia sangat dekat dengan Jokowi,” beber Yusri lagi. 

Lebih lanjut Yusri mengutarakan, masyarakat juga patut merasa rugi dengan mundurnya Ahok ini. Sebab, Ahok menurutnya sangat merespon cepat setiap temuan yang dilaporkan pihaknya dan pihak lainnya. 

“Sepanjang 10 tahun saya jadi pengamat, baru ini saya menemukan ada Komisaris BUMN seperti Ahok, sebelumnya pada cuek alias pura-pura bodoh,” timpal Yusri. 

Baca Juga :   Setelah Terancam Klaim Gunvor Rp 5,6 Triliun, Mampukah PGN Bayar Bond Rp 9,235 Triliun di Mei 2024?

Yusri juga mengacungi jempol atas keputusan Ahok meninggalkan jabatan Komut Pertamina dengan fasilitas mewah. 

“Gaji dan fasilitas serta tantiem Komut Pertamina itu jauh di atas gaji Presiden dan Menteri, hanya kalah dalam kewenangan membagi Bansos,” sindir Yusri. 

“Kita beri apresiasi dan hormat yang setingginya atas sikap Ahok selama jadi Komut dan mengundurkan diri. Dia tipe orang yang ingat budi bukan gelap mata atas jabatan Komut,” pungkas Yusri.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.