CBA Desak Auditor Negara Periksa Penjualan Senjata Serbu SS2-V4 oleh Pindad ke Norman?

oleh
Direktur CBA Uchok Sky Khadafi (kiri), Direktur PT RAI Norman Joesoef (tengah) dan Dirut Pindad Abraham Mose (kanan).

JAKARTA – Ditektur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi meminta auditor negara pada BPK atau BPKP untuk segera melakukan audit investigasi atas adanya isu PT Pindad (Persero) telah menjual 7 pucuk senjata serbu SS2-V4 kepada PT Republik Armamen Industri. 

“Dengan adanya audit ini, biar jelas kedudukan soal penjualan peralatan militer ini, apakah ada terjadi pelanggaran terhadap aturan perundang undang,” ungkap Uchok. 

Kejelasan kedudukan hukum penjualan senjata itu menurut Uchok penting agar  jelas posisinya apakah perlu segera dilaporkan ke penegak hukum, dalam hal ini kepada Kabareskrim dan Kabaintelkam Mabes Polri. 

Diketahui sebelumnya, Direktur PT Pindad Abraham Mose dan Direktur PT Republik Armamen Industri (RAI) Norman Joesoef bungkam atas konfirmasi yang dilayangkan Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) soal penjualan senjata oleh Pindad ke RAI yang diyakini telah dikanibal oleh RAI dan dijadikan serta diklaim menjadi produk RAI. 

Direktur Utama PT Pindad (Persero), Abraham Mose diduga kuat mengetahui penjualan 7 pucuk senjata serbu SS2-V4  milik PT Pindad kepada PT Republik Armamen Industri (RAI). Senjata-senjata itu ditengarai telah dikanibal tanpa izin oleh PT RAI menjadi prototipe senjata serbu bullpup IFAR 22, yang telah diklaim oleh PT RAI sebagai senjata produksi mereka. 

“Dugaan kami berdasarkan tidak adanya bantahan dari Abraham Mose atas surat konfirmasi dan permintaan informasi yang telah dilayangkan CERI pada tanggal 3 Juli 2023 lalu. Mestinya, jika tidak benar, Mose pastilah membantahnya,” ungkap Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman di Jakarta, Rabu (5/7/2023). 

Padahal kata Yusri, surat konfirmasi tersebut ditembuskan juga kepada Menteri BUMN Erick Tohir, Komisaris Utama Holding PT Len Industri M. Herindra dan Direktur Utama PT Len Industri (Holding) Bobby Rasyidin.(*)

Baca Juga :   Santai Tanggapi Keberatan Kuasa Hukum SKK Migas, Hakim: Kalo Nggak Salah Ngapain Takut Pak…!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.