JAKARTA — Perum DAMRI menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang berpotensi timbul akibat kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi ini dinilai berpotensi memengaruhi kelancaran operasional layanan serta jadwal perjalanan penumpang.
Berdasarkan laporan resmi dari sejumlah kantor cabang DAMRI, terdapat 16 wilayah yang mengonfirmasi adanya kelangkaan pasokan BBM.
Wilayah alami kelangkaan BBM
Wilayah-wilayah tersebut meliputi Lampung, Jambi, Jabodetabek, Pangkal Pinang, Medan, Denpasar, Surabaya, Manado, Kupang, Makassar, Mamuju, Manokwari, Jayapura, Sorong, Sorong Selatan, hingga Mimika.
Head of Corporate Communication DAMRI, Niken Pratiwi Syah Putri Distian, mengatakan, pihak manajemen terus memantau perkembangan situasi secara intensif guna meminimalkan dampak terhadap layanan.
“DAMRI memohon maaf kepada seluruh Pelanggan atas ketidaknyamanan yang dapat timbul akibat kelangkaan BBM di sejumlah wilayah. Kami terus berkoordinasi dengan Pertamina dan pemangku kepentingan terkait untuk mengupayakan pemenuhan kebutuhan BBM bagi operasional armada,” ujar Niken dikutip dari keterangan resminya, Kamis (22/10/2026).
Penanganan
Niken menambahkan, pemantauan dilakukan secara berkala agar potensi gangguan layanan dapat diantisipasi seraya memastikan aspek keamanan dan keselamatan tetap menjadi fokus utama.
Sebagai langkah penanganan cepat, DAMRI memperkuat koordinasi dengan PT Pertamina (Persero) guna memastikan alokasi pasokan BBM bagi armada operasional di area-area terdampak dapat terpenuhi dengan baik.
“Guna mengantisipasi penyesuaian jadwal atau rute, DAMRI mengimbau masyarakat dan para pelanggan untuk memantau pembaruan informasi secara berkala melalui kanal-kanal komunikasi resmi perusahaan sebelum melakukan perjalanan,” kata Niken.
Manajemen DAMRI menegaskan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi dan pemantauan situasi demi menjaga kepastian serta kualitas pelayanan bagi masyarakat di tengah kendala pasokan energi saat ini.(kompas.com)




