JAKARTA – General Manager PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) Muzwir Wiratma, Jumat (4/7/2025), membantah adanya dugaan intervensi oleh mantan Wadirut Pertamina Wiko Migantoro dan Wakil Ketua DPR Komisi XII Dony Maryadi Oekon dalam proses tender nomor SA11046759A untuk pengadaan Surface Casing and Wellhead Grouting Structure Strengthening and Coating Service di PHE ONWJ.
“Hal tersebut disampaikan Muzwir menjawab konfirmasi resmi Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) menyusul temuan indikasi informasi yang kami peroleh sebelumnya,” ungkap Sekretaris CERI, Hengki Seprihadi, Selasa (8/7/2025).
Belakangan diketahui, Wiko Migantoro saat ini menjabat sebagai Director Strategy & Transformation PT Danantara Aset Management (Persero) Business 2 – Holding Operations.
Menurut Hengki, kepada CERI, Muzwir mengatakan, “InshaAllah semua proses tender dilakukan sesuai prosedur dan comply. Tidak ada arahan-arahanyang tidak sesuai aturan.”
“Sebelumnya, kami mendapat informasi bahwa PHE ONWJ telah melakukan proses tender nomor SA11046759A untuk pengadaan Surface Casing and Wellhead Grouting Structur Strengthening and Coating Service sejak tanggal 20 Maret 2025,” urai Hengki.
Dikatakan Hengki lagi, semua peserta tender pada tanggal 23 April 2025 telah memasukan dokumen penawararan menggunakan dokumen elektronik pada aplikasi SMART by GEP pada https://smart.gep.com.
“Rapat pembukaan dokumen penawaran dilakukan melalui video conference menggunakan
microsoft teams atau aplikasi lainnya yang memadai. Adapun perusahaan yang memasukan penawaran adalah KSO PT IRP dengan PT SE, KSO PT TO dengan PT SEI, kemudian PT RDM serta PT AI,” beber Hengki.
Kemudian, lanjut Hengki, panitia tender dikabarkan telah melakukan inspeksi ke workshop peserta tender pada tanggal 8 Mei 2025.
“Menurut informasi yang kami peroleh setelah panitia tender melakukan evaluasi administrasi dan tehnis terhadap 4 peserta tender, informasinya yang lulus tehnis adalah PT RDM dan PT AI. Harusnya Panitia Tender melanjutkan ke tahap pembukaan harga untuk menentukan siapa yang memenuhi syarat ditunjuk sebagai pemenang tender untuk bisa melaksanakan pekerjaan agar
sumur tersebut bisa segera berproduksi untuk meningkatkan lifting migas nasional,” ungkap Hengki.
Namun, lanjut Hengki, hal tersebut infonya belum dilakukan oleh Panitia Tender karena CERI mendapat informasi ada dugaan intervensi dari mantan Wiko Migantoro dan Dony Maryadi Oekon melalui GM PHE ONWJ Wiratma Muzwir untuk melakukan retender.
“Menurut informasi yang kami peroleh dari bisik-bisik dari sesama vendor, upaya retender disebabkan KSO PT IRP dengan PT SE tidak lulus tehnis,” ulas Hengki.
Lebih lanjut Hengki menjelaskan, surat konfirmasi CERI tersebut juga ditembuskan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi, Kejaksaan Agung RI, CEO Danantara, Menteri BUMN, Kepala SKK Migas, Dewan Direksi PT Pertamina (Persero), Dewan Direksi PT Pertamina Hulu Energi, GM PT PHE ONWJ, Wiko Migantoro dan Dony Maryadi Oekon. (*)



