Wamen BUMN Jujurlah Pada Publik, Pakar: Sampai Kuda Bertanduk Mind ID Tidak Akan Bisa Kuasai Saham Mayoritas Vale Indonesia

oleh

JAKARTA – Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury dianggap telah membohongi publik atau setidaknya tidak berkata jujur mengenai divestasi saham PT Vale Indonesia (PTVI). Mind ID secara regulasi tidak akan pernah menjadi pemegang saham pengendali PTVale Indonesia.

Demikian dikatakan Direktur Eksekutif CERI Yusri Usman menyusul diskusinya dengan mantan Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Dr.Simon F Sembiring, Rabu (5/7/2023) siang.

Yusri menceritakan, menurut Simon, saham Mind ID di PTVI saat ini sebesar 20 persen. “Saya tidak sependapat dengan pembelian saham ini dan sudah banyak ditulis wartawan pada saat itu,” ungkap Yusri menyampaikan pendapat Simon.

Masih menurut Yusri, Simon juga mengatakan sebelumnya PTVI, yang dulu bernama PT Inco, sudah listed di BEJ dengan 20 persen. 

“Ini dianggap nasional. Padahal asing pun bisa membelinya. Bahkan Valey Brazil pun bisa memborong sahamnya. Artinya sisa saham yang wajib didivestasi hanya sebesar 11 persen,” jelas Yusri lagi. 

Lantaran 20 persen saham sudah dilego di bursa, kata Simon kepada Yusri, maka Mind ID tidak akan pernah mencapai pemilikan saham 51 persen. Hanya maksimal 31 persen yang artinya tidak akan pernah mayoritas.

“Jika Valey Ltd punya sisa 49 persen saham, kemudian di bursa, asing punya 2 persen saja, secara regulasi hal ini bisa dan sah, maka asing akan tetap mayoritas,” ungkap Yusri. 

Makanya, kata Simon kepada Yusri, Mind ID ibaratnya sampai kuda bertanduk pun tidak akan mungkin sebagai pemegang saham mayoritas 51 persen di PTVI. 

“Ini Pahala terkesan membohongi publik atau tidak berkata jujur bahwa secara regulasi tidak mungkin Mind ID bisa mayoritas 51 persen, kecuali pemegang saham asing mau secara sukarela melepas sahamnya ke MIND Id” ungkap Yusri menuturkan pendapat Simon.

Baca Juga :   Polri Belum Mampu Mengungkap Penyebab Ledakan 4 Tangki BBM Kilang Balongan, Malah Dugaan Intervensi Tendernya Mencuat

Lebih lanjut diutarakannya, kalau divestasi PTVI dipaksakan, maka akan bisa dibawa ke arbitrase internasional lantaran BUMN serta pemerintah telah miss conduct dalam bisnis internasional. 

“Dulu saya sarankan Mind ID tidak perlu beli saham 11 persen. Pada saat itu nilainya USD 200 juta. Bangun saja unit pemurnian. Valey sampai saat ini hanya menghasilkan konsentrat berupa Ni-matte. Cukup dengan investasi sekitar USD 100 juta saja unit pemurnian itu. Otomatis sesuai peraturan perundangan, Valey harus menjual Ni-mattenya atau memurnikannya di unit smelter Mind ID itu. Karena tidak bisa mengekspor bijih maupun konsentrat lagi,” jelas Yusri memaparkan usulan Simon.

Yusri pun sepakat dengan pendapat Simon, jika sudah kalah di hulu, maka rebutlah di proses hilir.

Akhirnya, Simon kepada Yusri mengatakan, terlalu banyak ‘orang pintar’ di sekitar pemerintah sekarang ini yang bermental ‘amplop’ . “Kita-kita ini kan dianggap anti pemerintah karena berkata dari hati nurani,” pungkas Simon yang diamini Yusri.

Sementara itu dilansir kompas.com 4 Juli 2023, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus mendorong potensi pengelolaan saham mayoritas dalam pembahasan divestasi PT Vale Indonesia Tbk (INCO). 

Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury memastikan proses negosiasi antara holding industri pertambangan, MIND ID dan Vale Indonesia masih berjalan. Salah satunya soal besaran saham yang harus didivestasikan oleh Vale Indonesia.

“Itu nanti kita lagi bicara dengan mereka, belum bisa dijawab sekarang,” kata Pahala di Jakarta, Senin (3/7/2023). 

Adapun, MIND ID tengah dalam proses membeli 11 persen saham INCO dan menjadi mayoritas pemegang saham emiten tambang asal Kanada itu.

Saat ini, MIND ID diketahui memiliki 20 persen saham INCO. Jika proses pembelian saham itu disetujui, maka MIND ID akan memiliki 31 persen saham INCO. Kewajiban divestasi adalah sebesar 51 persen.

Baca Juga :   Konsorsium PGSOL-Adhi Karya Menang Tender Proyek Pipanisasi Kilang Balikpapan Senipah Rp 1,2 Triliun Dari Pertagas, Malah Disubkon ke PT CPM

Pahala belum bisa memastikan apakah nantinya proses divestasi akan membuat MIND ID dapat mengampit 51 persen saham. Meski demikian, MIND ID diharapkan menjadi pemegang saham pengendali.

“Kalau 51 persen rasa-rasanya sulit tapi kita akan bicara jumlahnya berapa,” tegas Pahala. 

Merujuk Minerba One Data Indonesia (MODI), pemegang saham Vale Indonesia terdiri dari Vale Canada Ltd (43,79 persen), Sumitomo Metal Mining (15,03 persen), PT Indonesia Asahan Aluminium (20 persen), Vale Japan Ltd (0,55 persen), Publik (20,49 persen) dan Sumitomo Corporation (0,14 persen).(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.